Welcome...

Rabu, 11 Januari 2012

Niagara Falls (Air Terjun Niagara)


       Niagara Falls adalah Air Terjun besar di sungai Niagara yang berada di garis perbatasan internasional antara negara bagian Amerika Serikat New York dengan provinsi Kanada Ontario. Air terjun ini berjarak sekitar 17 mil (27 km) sebelah utara barat laut dari Buffalo, New York dan 75 mil (120 km) tenggara Toronto, Ontario.

Niagara Falls
Niagara Falls State Park
       Niagara adalah nama kelompok dari tiga air terjun. Ketiga air terjun tersebut adalah air terjun Horseshoe (kadang-kadang disebut sebagai air terjun Kanada), air terjun Amerika, dan yang lebih kecil yakni air terjun Bridal Veil yang dipisahkan oleh sebuah pulau bernama Luna Island dari air terjun utama.
Niagara Falls Dari Sisi Samping
Niagara Falls Dari Atas
       Meski tidak terlalu tinggi, Niagara merupakan air terjun yang sangat lebar dan terpopuler di dunia. Lebih dari 6 juta kaki kubik (168.000 m3) air per menit dijatuhkan dan ini merupakan air terjun yang paling kuat di Amerika Utara.

Niagara Falls
Niagara Falls Dari Atas
       Niagara juga terkenal akan pelangi indahnya yang melintang di tengah derasnya air terjun. Keindahan alam yang terdapat di sekeliling Niagara membuat jutaan orang dari setiap belahan dunia mengunjunginya setiap hari. Apalagi kalau bukan untuk melihat air terjun yang paling populer ini. Sehingga, devisa pun banyak mengalir bagi kedua negara ini.

Niagara Falls Saat Malam
       Ketika malam hari Air Terjun Niagara juga memiliki keindahan tersendiri yang sangat awesome, view malam yang di sorot lampu warna-warni membuat air terjun ini sangat istimewa.

Niagara Falls Di Sorot Lampu Warna-Warni

Air Terjun Niagara Pernah Kering
    Ya, aliran Air Terjun Niagara yang terkenal sebagai ikon Amerika Serikat itu ternyata pernah dihentikan lantaran beberapa tebing batunya longsor, pada tahun 1969. Karena itu perlu dilakukan analisis kestabilan batuan di dasar air terjun tersebut. Dan untuk melakukan hal itu, berarti aliran airnya harus dihentikan sementara.
Niagara Falls Kering
      The United States Army Corps of Engineers (USACE) lantas bertindak cepat. Mereka mencoba memotong aliran air terjun dari yang tadinya 60.000 galon per detik menjadi 15.000 galon per detik.
Dengan mengerahkan 1.264 truk pengangkat beban, sekitar 27.800 ton pasir dan tanah digunakan untuk mematikan sementara aliran air. Pasir-pasir yang digunakan itu telah berhasil mengurangi aliran air terjun dari 100 kaki ke 45 kaki, sedangkan kedalaman landaian berkisar 25 kaki hingga 50 kaki.

Niagara Falls Pernah Kering
        Beruntungnya, pengerjaan ini tidak berdampak sedikit pun pada keindahan tampilan Air Terjun Niagara setelah aliran Niagara diaktifkan kembali. Peristiwa berhenti mengalirnya Air Terjun Niagara pada tahun 1969 ini cukup menghebohkan publik Amerika kala itu.


Air Terjun Niagara Membeku
       Derasnya air terjun Niagara tak berdaya menahan badai salju dari cuaca ekstrem yang disebut Polar Vortex. Cuaca Ekstrem  melanda wilayah AS bagian utara dan Kanada, suhu cuaca dapat mencapai minus derajat Celcius dan  jalanan tertutup oleh salju tebal.

View Niagara Falls Membeku
        Air terjun Niagara terletak di perbatasan AS dan Kanada, tepatnya antara New York dan Ontario Air terjun Niagara terlihat membeku akibat cuaca ekstrem. Suhu di sekitar air terjunnya pun mencapai -16 derajat Celcius.

Niagara Falls Membeku
        Air terjun Niagara yang terkenal dengan debit volume airnya yang deras, kini terlihat bagaikan bongkahan es raksasa. Hampir seluruh permukaan air terjunnya membeku menjadi es dan sungai yang mengalir di bawahnya juga ikut membeku. Meski begitu, aliran airnya masih terlihat jelas mengalir di antara es.

Niagara Falls Membeku
       Air terjun Niagara yang membeku sontak mencuri perhatian traveler di dunia. Bahkan, tak sedikit pula traveler yang datang ke air terjun Niagara meski cuaca sedang dingin-dinginnya karena penasaran!
      Dengan memakai jaket tebal, banyak traveler yang memotret pemandangan langka air terjun Niagara yang membeku. Wilayah di sekitar air terjun Niagara, seperti taman Prospect Point juga tertutup salju tebal, lebih jelasnya coba simak video youtube ini.



                                         

Peristiwa ini memang bisa dibilang sebagai pemandangan langka. Terakhir, air terjun Niagara membeku akibat cuaca ekstrem terjadi pada tahun 1911 dan 1936. Sekian Informasi dari saya, Wassalamua'alaikum..

Pulau Paskah

     Pulau Paskah, disebut Rapa Nui oleh penduduk asli Polinesia, adalah satu dari pulau terisolasi di dunia. Namun, sekitar 1200 tahun lalu sebuah kano diisi oleh sejumlah pelaut dari budaya yang sangat jauh mendarat di pantai-pantainya, menurut sejarah lisan yang dicatat para misionaris pada 1860-an. 


       Secara geografis Pulau Paskah adalah sebuah pulau di Cile di sebelah tenggara Samudera Pasifik, bagian paling Tenggara Segitiga Polinesia. Yang sangat dikenal di sana, ada 887 patung-patung monumental, disebut Moai, diciptakan pada masa awal Rapa Nui.



        UNESCO menamai Pulau Paskah sebagai situs warisan dunia pada 1995. Ada banyak pulau yang dilindungi di dalam Taman Nasional Rapa Nui.

      Moai, patung Rapa Nui yang misterius itu berdiri kokoh dalam diam, tapi bercerita banyak tentang penciptaan mereka. Balok batu diukir berbentuk kepala, tinggi rata-rata mereka adalah 13 kaki atau sekitar empat meter, dengan berat luar biasa, 14 ton.




       Upaya membangun monumen itu, memindahkannya di sekitar Pulau Paskah, pastilah sangat besar. Namun, tak ada yang tahu persis apa alasan pendatang di Rapa Nui mengerjakan tugas berat itu. Ahli sejarah berspekulasi, Moai diciptakan untuk menghormati leluhur, kepala, dan tokoh penting lain.

       Tetap saja, tidak ada bukti tertulis, juga sangat sedikit sejarah lisan yang ada di pulau itu sehingga tak mungkin memastikannya. Masyarakat Polinesia berkembang di lokasi yang sepertinya mustahil didiami. Jiwa tangguh mereka berlayar dengan armada perahu cadik kayu menuju satu titik kecil di belantara Samudra Pasifik.



         Di pulau terisolasi, 2300 mil atau sekitar 3700 meter dari barat Amerika Selatan dan 1.100 mil atau sekitar 1.770 kilometer dari pulau tetangga terdekat, orang-orang Rapa Nui mengembangkan budaya arsitektur dan artistik berbeda, seperti dilansir dari laman National Geographic.

      Budaya itu mencapai puncaknya pada abad ke-10 sampai abad ke-16. Yaitu, ketika para pendatang di Rapa Nui mengukir dan mendirikan sekitar 900 Moai di penjuru pulau. Banyak yang berpendapat, musnahnya Rapa Nui disebabkan bencana lingkungan yang mereka ciptakan sendiri.
Tidak jelas, kapan pertama kali pulau ditempati. Perkiraannya berkisar dari  800 sampai 1200 Masehi. Seberapa cepat ekosistem di Pulau Paskah hancur juga masih diselimuti misteri. Namun, faktor utama tampaknya akibat pemotongan jutaan pohon raksasa untuk membersihkan ladang atau dengan membuat api.

      Saat bangsa Eropa tiba pada 1722, mereka menemukan sebagian besar Pulau Paskah tandus, hanya segelintir penduduk di sana. Nama Pulau Paskah diberikan oleh orang Eropa yang pertama kali menginjakkan kaki di pulau tersebut. Jacob Roggeveen adalah penjelajah Belanda yang menemukan pulau pada hari Minggu Paskah, 5 April 1722, saat dia sedang mencari pulau David. Roggeveen menamakannya Paasch-Eyland yang berarti Easter Islanda atau Pulau Paskah.



       Sekarang, banyak wisatawan datang berkunjung. Sebagian besar mengunjungi tambang Rano Raraku, yang dulunya menghasilkan batu untuk membuat seluruh Moai di pulau itu. Penduduk kuno Rapa Nui meninggalkan tambang dalam kondisi menarik.

     Tempat itu menjadi rumah untuk sekitar 400 patung yang tampak sedang dalam tahap penyelesaian. Sementara itu, hampir di seluruh Pulau Paskah, banyak Moai kembali pada proses penciptaan awal. Kondisi Moai memburuk, kembali ke ukiran batu polos. Batu vulkanik Moia tunduk pada proses pelapukan alam. Perlu upaya konservasi untuk membantu melestarikan Rapa Nui  sebagai batu warisan dunia di masa sekarang yang menakjubkan negara.

Rapanui Bukan Nama Asli Pulau Paskah
        Perlu diketahui bahwa nama "Rapa Nui" bukan nama asli Pulau Paskah yang diberikan oleh suku Rapanui. Nama itu diciptakan oleh para imigran pekerja dari suku asli Rapa di Kepulauan Bass yang menyamakannya dengan kampung halamannya. Nama yang diberikan suku Rapanui bagi pulau ini adalah Te pito o te henua ("Puser Dunia") karena keterpencilannya, namun sebutan ini juga diambil dari lokasi lain, mungkin dari sebuah bangunan di Marquesas.


        Menurut legenda dicatat oleh para misionaris pada 1860-an, awalnya pulau yang sangat jelas sistem kelas, dengan ariki, raja, mutlak memegang kekuasaan dewa-seperti sejak hotu Matu'a telah tiba di pulau itu. Unsur yang paling menonjol dalam budaya produksi besar-besaran Moai yang merupakan bagian dari penyembahan leluhur. Dengan Susunan bersatu ketat, Moai itu sebagian besar pemerintahan yang terpusat.